Sebagai wujud persaudaraan sekaligus pengamalan ajaran agama , pada hari Kamis malam Jumat tanggal 23 Agustus 2012 , Setia Hati Terate Ranting Karangjati mengadakan kegiatan Temu Kadang warga Setia Hati Terate sekaligus halal bihalal. Acara dihadiri oleh sebagian warga SH Terate Ranting Karangjati dan warga desa di lingkungan Padepokan Palanggati . Hadir pada kesempatan itu Ketua SHT Cabang Ngawi Roko Mas Sugeng Haryono , S,Pd bersama pengurus lainya. Nampak juga hadir Ketua SHT Ranting Bringin , Mas Sukiman , S.Pd.
Pada wejangan malam itu Ketua Cabang Roko Mas Sugeng Haryono , S.Pd mengulas sebagian ajaran SHT yang pada dasarnya suka Memayu Hayuning Bawono, tidak menunjukkan arogan dan kesombongan . Berkelai , dan bersikap sok jagoan hanya menambah perbendaharaan kebodohan seorang warga SHT. Untuk itu ditekankan kembali memaksa diri sendiri belajar iklhas untuk saling menghormati , saling menyayangi dan saling tanggung jawab satu sama lainnya. Tidak hanya berlaku bagi warga SHT , namun diharapkan lingkungan ikut merasakan kehadiran warga SHT sebagai sosok yang patut diteladani sebagai figur yang suka kedamaian sebagai bukti mengamalkan ajaran “ Memayu Hayuning Bawono ”. Jika saja di antara warga sudah saling memberi maaf dengan ikhlas , pastilah dalam pasrawungan ( pergaulan ) antar sesama terjadi ketentraman dan kedamaian.
Di sela-sela acara tersebut ditampilkan peragaan seni silat beregu maupun tunggal , di samping ada hiburan elekton yang penyanyinya semua seorang warga SHT juga. Acara dimulai pukul 20.10 WIB dan berakhir sekitar pukul 22.50 WIB berjalan lancar dan tertib, meskipun sebagian pengunjung tidak kebagian tempat duduk karena tempat di Padepokan “ Palanggati “ sangat terbatas. Terpaksa mengikuti acara dari luar padepokan sekaligus mengamankan jalannya acara malam itu .
Pada wejangan malam itu Ketua Cabang Roko Mas Sugeng Haryono , S.Pd mengulas sebagian ajaran SHT yang pada dasarnya suka Memayu Hayuning Bawono, tidak menunjukkan arogan dan kesombongan . Berkelai , dan bersikap sok jagoan hanya menambah perbendaharaan kebodohan seorang warga SHT. Untuk itu ditekankan kembali memaksa diri sendiri belajar iklhas untuk saling menghormati , saling menyayangi dan saling tanggung jawab satu sama lainnya. Tidak hanya berlaku bagi warga SHT , namun diharapkan lingkungan ikut merasakan kehadiran warga SHT sebagai sosok yang patut diteladani sebagai figur yang suka kedamaian sebagai bukti mengamalkan ajaran “ Memayu Hayuning Bawono ”. Jika saja di antara warga sudah saling memberi maaf dengan ikhlas , pastilah dalam pasrawungan ( pergaulan ) antar sesama terjadi ketentraman dan kedamaian.
Di sela-sela acara tersebut ditampilkan peragaan seni silat beregu maupun tunggal , di samping ada hiburan elekton yang penyanyinya semua seorang warga SHT juga. Acara dimulai pukul 20.10 WIB dan berakhir sekitar pukul 22.50 WIB berjalan lancar dan tertib, meskipun sebagian pengunjung tidak kebagian tempat duduk karena tempat di Padepokan “ Palanggati “ sangat terbatas. Terpaksa mengikuti acara dari luar padepokan sekaligus mengamankan jalannya acara malam itu .





