Jitu Bermutu. Klik saja !!!!

Cari Apa Yang Anda Ingin

:
Lihat SH Terate Karangjati Ngawi Jatim di peta yang lebih besar

Peta Padepokan SH Terate Karangjati


Lihat SH Terate Karangjati Ngawi Jatim di peta yang lebih besar

Senin, 03 September 2012

Temu Kadang dan Halal Bihalal SHT Ranting Karangjati 1433 H Tahun 2012

Sebagai wujud persaudaraan sekaligus  pengamalan ajaran agama , pada hari Kamis malam  Jumat tanggal 23 Agustus 2012 , Setia Hati Terate Ranting Karangjati mengadakan kegiatan Temu Kadang warga Setia Hati Terate sekaligus halal bihalal. Acara dihadiri oleh sebagian warga SH Terate Ranting Karangjati dan warga desa di lingkungan Padepokan Palanggati . Hadir pada kesempatan itu Ketua SHT Cabang Ngawi Roko Mas Sugeng Haryono , S,Pd bersama pengurus lainya. Nampak juga hadir Ketua SHT Ranting Bringin , Mas Sukiman , S.Pd.
    Pada wejangan malam itu Ketua Cabang Roko Mas Sugeng Haryono , S.Pd mengulas sebagian ajaran SHT yang pada dasarnya suka Memayu Hayuning Bawono, tidak menunjukkan arogan dan kesombongan . Berkelai , dan bersikap sok jagoan hanya menambah perbendaharaan kebodohan seorang warga SHT. Untuk itu ditekankan kembali memaksa diri sendiri belajar iklhas untuk saling menghormati , saling menyayangi dan saling tanggung jawab satu sama lainnya. Tidak hanya berlaku bagi warga SHT , namun diharapkan lingkungan ikut merasakan kehadiran warga SHT sebagai sosok yang patut diteladani sebagai figur yang suka kedamaian sebagai bukti mengamalkan ajaran “ Memayu Hayuning Bawono ”. Jika saja di antara warga sudah saling memberi maaf dengan ikhlas , pastilah dalam pasrawungan ( pergaulan ) antar sesama terjadi ketentraman dan kedamaian.
    Di sela-sela acara tersebut ditampilkan peragaan seni silat beregu maupun tunggal , di samping ada hiburan elekton yang penyanyinya semua seorang warga SHT juga. Acara dimulai pukul 20.10 WIB  dan berakhir sekitar pukul 22.50 WIB berjalan lancar dan tertib, meskipun sebagian pengunjung tidak kebagian tempat duduk karena tempat di Padepokan “ Palanggati “ sangat terbatas. Terpaksa mengikuti acara  dari luar padepokan sekaligus mengamankan jalannya acara malam itu .









Sabtu, 19 November 2011

Tes Calon Warga Tingkat 1 Tahun 2011

video
               
           Sudah menjadi agenda rutin semacam tes ujian akhir pada lembaga sekolah , tiap tahun SH Terate Ranting Karangjati Ngawi Jatim mengadakan tes fisik dan mental calon warga. Siapa saja yang akan menjadi warga tingkat 1 pasti menjalani tes semacam itu. Khususnya di Ranting Karangjati. Untuk tahun 2011 ini ada 138 calon warga baru tingkat I  , salah seorang di antaranya adalah calon warga yang mengulang. Tahun lalu ia sudah menjalani tes warga, tapi karena satu dan lain hal terpaksa ditunda pengesahannya. Hal ini menunjukkan untuk menjadi warga tingkat 1 saja amat sangat susah menjalaninya. Bahkan jika tidak memenuhi syarat harus mengulang. Mungkin ini tidak terjadi di tempat lain.  Tidak sekedar salaman, langsung jadi pendekar.

            Selain itu untuk membuktikan kesehatan fisik, pada hari Minggu tanggal 13 November 2011 calon warga menjalani tes fisik di Waduk Sangiran  Desa Sumberbening Kecamatan Bringin , Kabupaten Ngawi . Dengan  lari berkelompok berangkat dari Padepokan Palang Gati , siswa  diawasi pelatih ranting serta didampingi pelatih rayon masing-masing kegiatan ini berjalan lancar. Disamping  tes  fisik , ada juga kegiatan yang menarik yakni mandi bersama bagi seluruh calon warga dengan cara menceburkan diri di saluran air dari Waduk Sangiran tersebut. Bagi pembaca bisa lihat  dokumen foto dan  rekaman video ( mp4 ) kegiatan itu .Jika pembaca kesulitan memutar rekaman kegiatan mandi bersama tes calon warga, bisa download di sini. kemudian pembacabisa   memutarnya dengan santai tidak kesulitan lagi menggunakan aplikasi mp4.




Senin, 14 November 2011

Haul SH Terate Ranting Karangjati Ke-31

             
             Hari  Sabtu Wage tanggal 11 November 2011 benar-benar hari istimewa . Demikian kutipan kalimat  dalang kondang “ Joko Widodo “ yang telah berhasil menyelesaikan tugas menyajikan  hiburan pagelaran wayang kulit semalam suntuk kepada masyarakat sekitar ” Padepokan  Palang Gati “ Setia Hati Terate Ranting Karangjati. Angka 11 ( sebelas ) berjajar 3  jika ditulis 11-11-11. 

Pagelaran dimulai pukul 22.00 WIB diakhiri pukul 03.00 WIB hari Sabtu tanggal 12 November 2011. Dalam pagelaran wayang malam itu menyajikan lakon “ Gathotkaca Winisudha”. Banyak sekali makna yang tersirat dari gambaran lakon wayang tersebut. Ajaran kesetiaan akan bhakti kepada orang tua, tetap setia kepada nilai kebenaran akan makna ‘ngugemi janji satria” . Yang digambarkan oleh tokoh “ Brojomusti ” yang berjanji setia kepada sumpahnya akan tetap berbhakti kepada  raja yang syah.  
Sebelum pagelaran dimulai wayang dimulai , terlebih dulu disajikan hiburan nyanyi  dari 3 biduan yang diiringi organ tunggal . Setelah dirasa cukup malam ,pada pukul 21.00 WIB  acara dimulai dengan pembacaan doa, lantas pembacaan ayat suci alqur’an, sambutan panitia, ketua PSHT Cabang Ngawi ( diwakili oleh Roko Mas Tjiptardjo ) , dan terakhir sambutan dari Bupati Ngawi Bapak Ir. H. Budi Sulistyono ( Kanang ) atau sering dipanggil dengan sapaan akrab “ Mbah Kung “. Dalam sambutannya beliau mengatakan , bahwa SH Terate telah membuktikan kepada masyarakat setia kepada Pancasila dengan ikut  melestarikan budaya bangsa dengan mengadakan pagelaran wayang kulit sekaligus satu usaha bentuk mengamalkan ajaran SH Terate “melu nyenengna wong liya “ ( ikut mmbuat senang orang lain ) dengan menyajikan hiburan gratis. Bahkan penonton diberi hadiah yang diundi tanpa harus mengikuti lomba. Cukup menunjukkan kupon yang telah ia bawa sebelumnya. Kepada setiap pengunjung yang hadir juga diberi makan nasi pecel pincuk secukupnya. Ini bentuk rasa syukur  dari warga  SH Terate di wilayah Karangjati karena  telah  31 tahun  bisa tegak berdiri . Dengan segala macam ragam cobaan, rintangan , gangguan, hambatan , baik dari luar maupun rongrongan dari dalam yang berasal  dari warga yang tidak/kurang  bisa memahami arti ajaran inti persaudaraan dalam SHT.

Sebelum pertunjukan wayang dimulai, pada akhir acara pembukaan disampaikan tokoh wayang “ Gathotkaca “ oleh Ketua Setia Hati Terate Ranting Karangjati Roko mas Sairin , S.Pd kepada dhalang Joko Widodo. Dibarengi tepuk tangan meriah dari penonton sejenak Ki Joko Widodo memperlihatkan tokoh wayang  “ Gathotkaca “ kepada penonton dilanjutkan dengan naik panggung untuk memulai pagelaran wayang. Meski sore hari sebelum pagelaran dimulai , sekitar padepokan diguyur hujan  deras disertai angin kencang, namun alhamdulillah animo masyarakat tetap besar, terbukti hingga saat tampil acara “goro-goro” penonton tetap terlihat tenang meskipun cukup menonton layar lebar yang disediakan di luar padepokan. Mengingat dalam padepokan jelas tidak muat.
Perlu ditulis kembali apa yang dikatakan oleh Roko Mas Kacik untuk mengakhiri sambutannya  mewakili ketua cabang , “ Selama bumi masih berputar dan dihuni manusia, selama matahari masih bersinar , SH Terate tetap jaya selamanya.”
Kegiatan paling akhir pada malam itu adalah undian utama bagi penonton. TV 17 inchi diraih penonton dari Dusun Karanganyar Desa Rejuno , sedang TV 21 inchi diraih oleh penonton dari Dusun Karangpoh Desa Sidorejo Kecamatan Karangjati bernama Abdurrohim.




Minggu, 19 Desember 2010

Pengesahan Warga Tk I Ranting Karangjati Ngawi Tahun 2010 / 2011




                    Seperti tahun – tahun sebelumnya , proses pengesahan Warga SH Terate selalu disibukkan dengan kegiatan rangkaian persiapan sampai pada pengesahan itu sendiri. Mulai dari persiapan memelihara ayam jago , mencari pisang , menyiapkan daun suruh , penyembelihan ayam, tes suruh, tes pisang , dst. Oleh karena itu sehari menjelang pengesahan calon warga sangat sibuk dan ini yang menjadikan SH Terate mungkin beda dengan yang lain. BEDA.

                      Untuk “ Setia Hati Terate “ Ranting Karangjati Ngawi Jatim menerapkan sistem latihan yang mengutamakan sikap dispiplin. Tidak pandang bulu itu siswa remaja maupun dewasa. Untuk sistem latihan saja , siswa sangat tidak diharapkan untuk pamit tidak latihan 3 x ( tiga kali ) berturut-turut. Itu akan dianggap sudah keluar latihan . Dari sini saja sangat terlihat keunggulan sistem penanaman sikap positif pribadi seorang SH. Bagi SHT jumlah warga bukanlah target utama. Melainkan sikap-sikap seperti disiplin, menghormati , menyayangi , yang pada akhirnya mampu mengamalkan ajaran “ MEMAYU HAYUNING BAWONO “ yang selama ini sering dipampang pada  kalimat wejangan SH Terate. Namun demikian , bukan berarti latihan di tempat lain kurang atau tidak baik dibanding di Ranting karangjati. Melainkan di tempat latihan SH Terate Ranting lain menerapkan sistem pola yang sama. Yang membedakan adalah cara memberi sanksi terhadap siswa / calon warga. Karena memang masing-masing tempat latihan memiliki ciri khas latihan masing-masing, sesuai dengan saran dan bimbingan dari ketua  ranting setempat.
                      Pada periode Muhamrom tahun 2010 / 2011 ini Ranting Karangjati mengantarkan 163 calon warga . Terdiri dari 150 pria dan 13 wanita. Berasal dari 18 Rayon tempat latihan yang bernaung di bawah Ranting Karangjati .Alhamdulillah pada hari Selasa Legi malam Rabu Pahing tanggal 14 / 15 Desember 2010 telah disahkan menjadi warga TK I SH Terate.Sedang tempat pengesahan di Sekretariat SH Terate Cabang Ngawi . Selamat atas disahkannya menjadi warga TK I SH Terate. Semoga tidak  hanya  sekedar menjadi  pendekar yang suka pamer gambar.

Minggu, 12 Desember 2010

Tes Calon Warga SH Terate Ranting Karangjati Ngawi Jatim

Untuk  bisa disahkan menjadi warga TK 1 SH Terate , memang tidak mudah. Selain  harus sabar, tabah , ulet, dan disiplin , masih harus menjalani serangkaian tes fisik , mental kerokhanian. seperti layaknya seseorang menuntut  ilmu haruslah duduk dibangku sekolah. Seperti seorang santri , harus ngaji dulu kepada ustadz ataupun kyai. Seperti layaknya cantrik , harus ngudi kawruh dengan berbagai  "lelaku"  kepada begawan/ pendita  .TIDAK  MUDAH.

Rabu, 01 Desember 2010

Tes Calon Warga Tingkat I SH Terate Tahun 2010 / 2011


Hari Minggu tanggal 28 November 2010 , SH Terate Ranting Karangjati Kabupaten Ngawi Jawa Timur punya hajat. Yakni melanjutkan acara tes calon Warga TK. I SH Terate Pengesahan periode Muharom 1432 H / Tahun 2010 – 2011 .
Bertempat di padepokan SH Terate Ranting Karangjati, calon warga mengikuti rangkaian tes fisik dan mental kerokhanian. Untuk tes fisik , calon warga telah mengikuti rangkaian tes di antaranya , tes senam , jurus , toyak, kripen dan sambung yang telah dilakukan pada hari – hari sebelumnya. Adapaun hari Minggu tanggal 28 November 2010 merupakan kelanjutan pelaksanaan tes fisik berupa lari berjarak lebih kurang 15 km. Pada siang harinya setelah menempuh lari , calon pendekar muda TK. I ini masih harus mengikuti tes kerokhanian ( Ke- SH-an ) secara tertulis di padepokan.





Selasa, 24 Agustus 2010

Peragaan jurus baku SH Terate Karangjati Ngawi Jatim


Pada acara pelantikan Pengurus SH Terate Cabang Ngawi , 8 Agustus 2010 malam , 3 siswa putri kecil dari SH Terate Ranting Karangjati berhasil membuat tepuk tangan penonton yang hadir hiruk pikuk . Karena disajikan di penghujung acara , maka hadirin mendapat hiburan gerak seni pencak peragaan jurus baku yang telah diakui secara internasional. Selain itu , pada berita sebelumnya juga telah diperagakan gerak jurus baku tunggal yang sama-sama membuat decak kagum hadirin di sekretariat SH Terate Cabang Ngawi.

Senin, 23 Agustus 2010

solospel siswa SH Terate karangjati Ngawi Jatim


Pentas solospel yang dilakukan oleh Makruf , siswa SHT Ranting Karangjati Ngawi Jatim saat pelantikan pengurus SH Terate Cabang Ngawi tanggal 8 Agustus 2010 malam

Senin, 09 Agustus 2010

Ketua DPRD Ngawi sambung.AVI


Untuk mengawali acara pelantikan Pengurus SH Terate Cabang Ngawi periode 2010-2015 diadakan beberapa sambung persaudaraan. Di antaranya Ketua DPRD Ngawi juga ikut sambung. Ternyata beliau masih menyimpan tendangan mautnya.Karena keterbatasan server dan signal yang ada , kadang video ini tidak begitu lancar jika diputar . Bagi pembaca yang ingin menyimpan rekaman tendangan maut Ketua DPRD Ngawi dapat download di sini !

Pengurus SH Terate Cabang Ngawi Periode 2010 - 2015

Hari Minggu tanggal 8 Agustus 2010 pukul 21.00 WIB bertempat di gedung Sekretariat Persaudaraan “ Setia Hati Terate “ Cabang Ngawi telah berlangsung pelantikan pengurus cabang . Dengan di awali lantunan lagu pop , keroncong, maupun dangdut yang diiringi alat musik tunggal elekton, suasana gedung sekretariat sedikit terhibur. Para pengunjung lupa suasana yang panas , mengingat jumlah kipas angin tak sebanding dengan isi gedung .





Menurut rencana , pada acara pembukaan akan dipentaskan solospel peragan sambung tunggal dan peragaan jurus baku yang sudah disiapkan oleh pengurus SH Terate Ranting Karangjati , namun karena ada sesuatu hal maka terpaksa acara tersebut dipentaskan pada penghujung acara setelah acara pelantikan , dan sambutan-sambutan. Sebagai gantinya adalah sambung persaudaraan yang dilaksanakan oleh warga sepuh SH Terate . Terlihat pula ketua DPRD Ngawi juga trampil melakukan sambung persaudaraan . Bahkan beliau memamerkan tendangan A ,B dan C dengan cekatan. Ini membutktikan , bahwa usia telah relatif tua , tapi masih bisa mempertontonkan gerakan tendangan yang mantap.
Setelah dibacakan surat keputusan Ketua Umum PSHT Pusat Madiun , acara dilanjutkahn dengan pelantikan ketua umum dan pengurus cabang. Ada hal yang sangat beda kedudukan ketua dan pengurus lainnya. Khusus untuk ketua cabang , masa kepengurusan tidak ada masa periode. Artinya sewaktu-waktu bisa diganti jika terbukti melanggar pepacuh SH Terate. Hari ini dilantik jadi ketua, bisa saja minggu depan dicopot. Atau sebaliknya secara logika bisa saja tidak diganti hingga akhir hayat, jika terbukti berhasil membawa SH Terate menjadi lebih maju , bermutu dan tidak melanggar pepacuh SH Terate tentunya. Demikian sebagian isi sambutan Roko mas Tarmadji Budi Harsono, S.E ketika melantik Ketua dan Pengurus SHT Cabang Ngawi periode 2010-2015 .
Pada sambutan pertama sebagai ketua cabang terpilih , Roko Mas Sugeng Haryono,S.Pd. menuturkan , bahwa untuk masa kepengurusannya beliau menyampaikan 3 fisi demi pengembangan SH Terate .Jalur fisi ini merupakan trik agar perkembangan SH terate di Ngawi bisa lebih maju lagi dibanding pada masa kepengurusan sebelumnya ( Mas Murhandoko ( alm.)) .Adapun jalur yang dimaksud adalah :
1. Budi luhur
2. Pencak
3. Seni
Pada fisi budi luhur yang dimaksud menegaskan kembali bahwa SH Terate bisa diterima masyarakat karena memang di dalam ajaran kerokhanian SH Terate pribadi yang ber-“budi luhur“ merupakan tujuan utama ajaran kerohanian / ke-SH-an . Setiap manusia jika telah berbudi luhur , maka ia akan bisa diterima oleh masyarakat pada umumnya , selamat dalam menjalani kehidupan , baik kehidupan di dunia maupun kelak di akhirat.
Sedangkan “ pencak “ adalah , bahwa dalam kepengurusan mendatang bisa menambah lagi kemampuan di bidang pencak . Diharapkan pada periode yang akan datang lahir pencaker –pencaker yang bisa berbicara di dunia internasional.






Fisi “ seni ‘ yang dimaksud merupakan suatu kelengkapan diri agar seseorang bisa merasakan keindahan , menciptakan keindahan , terefleksi dalam kehidupan sehari-hari , sehingga seorang warga SH Terate mempunyai kelembutan dalam bersikap , bisa melahirkan kasih sayang pada sesama , mampu menciptakan suasana yang damai . Suka “memayu hayuning bawono “
Pada sambutan berikutnya , Bupati Ngawi periode 2010-2015 Bp. Ir H. Budi Sulistyono ( Kanang ) mengucapkan terimakasih kepada saudara-saudara warga SH Terate yang telah mendukung beliau sehingga berhasil menduduki jabatan Bupati Ngawi. Untuk membuktikan kesetiaan terhadap SH Terate , beliau bersedia duduk sebagai Wakil ketua 1 dalam jajaran kepengurusan SH Terate periode 2010-2015. Di hadapan tamu undangan yang hadir waktu itu , di antaranya pengurus Pusat SHT Madiun , Ketua DPRD Ngawi, ketua Cabang SH Terate Magetan , Sragen , Nganjuk , Bojonegoro , Tuban mengatakan, bahwa 90 % warga SHT di wilayah Ngawi mendukung kandidat calon bupati waktu pilkada yang lalu . Dengan lahirnya “ Barisan Persaudaraan “ sebagai wadah warga SHT untuk menyalurkan aspirasi, makin kuatlah posisi kandidat pilkada waktu itu .
Adapun susunan pengurus SHT Cabang Ngawi Periode 2010-2015 , di antaranya :
Ketua : Sugeng Haryono ,S.Pd ( Ka UPT Pengairan )
Wakil Ketua 1 : Ir. H. Budi Sulistyono ( Bupati Ngawi )
Wakil Ketua 2 : Drs. Puji Widodo ( Pengawas TK / SD )
Wakil Ketua 3 : Drs. Supriyadi ( Ka Bid. Pariwisata Ngawi )
Sekretaris 1 : Winarto , A.Ma.Pd ( Guru SMP )
Sekretaris 2 : Sukijan ( DLLAJ Jatim )
Bendahara 1 : Drs. Sumardiyanto ( swasta )
Bendahara 2 : Fetty Kusetyorini , S.E
Dan ditambah bidang-bidang lain .

Sabtu, 07 Agustus 2010

Senin, 26 Juli 2010

Tes Tingkat Sabuk Putih PSHT Ranting Karangjati Tahun 2010





Ternyata untuk menjadi warga tingkat I PSHT tidak mudah. Ini dibuktikan dengan adanya kegiatan tes sabuk tingkat putih yang dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 25 Juli 2010 . Kegiatan ini dimulai pukul 07.00 WIB dan berakhir hingga pukul 13.00 WIB di Padepokan PSHT Ranting Karangjati .


Jumlah peserta yang hadir sebanyak 170. Satu peserta dinyatakan absen karena sakit , dan harus mengikuti tes susulan , bersamaan dengan peserta lain yang harus mengulang jika tes hari Minggu dinyatakan tidak lulus. Itulah PSHT . Untuk mencari gelar seorang pendekar , dengan pakaian hitam sabuk mori putih, memang tidak mudah. Perlu kesiapan fisik dan mental . Belum lagi nanti masih ada tes lanjutan , yakni tes lari bersama, yang merupakan rangkaian tes tingkat putih. Tidak hanya sekedar mampu membayar dengan sejumlah rupiah saja. Tidak hanya dengan sekedar mengumpulkan tanda tangan. Tapi butuh pengorbanan, kesabaran, ketabahan dan kesungguhan . Jiwa ulet dan tahan banting itulah yang ditanamkan dalam latihan di PSHT. Tidak sedikit dalam taraf pendadaran fisik latihan rutin ini yang gagal di tengah jalan. Akibatnya ? Drop out dan kadang memusuhi PSHT.
Pada tes materi senam dan jurus berlangsung hingga pukul 10.00 WIB. Setelah istirahat dengan diisi dengan kegiatan makan bersama , dilanjutkan dengan tes sambung. Mulai pukul 11.00 WIB hingga pukul 12.30 WIB kegiatan sambung baru selesai. Tes pada hari Minggu tanggal 25 Juli 2010 ini belum usai. Masih harus dilanjutkan lagi tes kerohanian yang akan dilaksanakan besok hari Sabtu tanggal 31 juli 2010 malam Minggu . Bagi peserta yang tes fisiknya belum lulus, masih harus mengulang lagi pada malam itu. Semoga saja seluruh siswa yang mengikuti tes tingat sabuk putih ini bisa lulus hingga disahkan pada bulan Muhamrom mendatang , yakni Desember 2010 yang akan datang .Untuk melihat kegiatan rangkaian tes fisik ini , kita bisa memperhatikan beberapa cuplikan gambar yang ada. Mulai dari persiapan hingga pelaksanaan tes bisa kita lihat .















Minggu, 21 Februari 2010

Pesan Raden Mas Imam Koessoepangat





Berikut adalah pesan wejangan dari RM. Imam Koessoepangat untuk melengkapi riwayat RM Imam dari postingan / Sejarah Singkat RM Imam K. Bersifat melengkapi dari ajaran beliau yang sangat terkenal yakni " Sepira gedhening sengsara , yen tinampa amung dadi coba " . Penulis mengambil dari halaman FB Raden Mas Imam Koessoepangat .

Pesan “Mas Imam Koessoepangat”
Manusia adalah makhluk yang paling mulia, karena manusia diberi akal dan nafsu, sedang makhluk lain ada yang hanya diberi akal dana ada yang hanya diberi nafsu. Nafsu mutmainah adalah berbuat kebaikan (nafsunya Malaikat), nafsu supiyah adalah iri, dengki (nafsunya syaiton), nafsu aluamah adalah rakus (nafsunya binatang), dan amarah adalah pemarah (nafsu syaiton). Dan bersyukurlah manusia diberikan semua keempat nafsu. Namun harus hati-hati menggunakan keempat nafsu, karena keempat nafsu itu ada keburukan dan kebaikannya, harus sesuai dengan suasana dan tempat (empan lan papan). Dalam ilmu Jawa “papat kiblat limo pancer”. Yang empat adalah nafsu dan pancer adalah diri kita. Jadi bagaimana kita bertindak dalam kehidupan sehari-hari, menuruti nafsu yang mana. Manusia diciptakan hanya untuk beribadah kepada Tuhan YME. Seperti yang terkutip dalam Al-Qur’an : manusia dan jin diciptakan hanya untuk beribadah kepadaku. Sebetulnya letak semua permasalahan didunia ada disini. Manusia dalam menjalankan segala aktifitas hidupnya harus punya niat untuk beribadah. Pertama kali semua perbuatan manusia yang dinilai adalah niatnya sesudah itu baru perbuatannya. Maka dari itu apabila kita hendak menjalankan aktifitas hidup hendaknya berniat untuk beribadah ” Karena Allah (Lillahi ta’ala), aku akan menjalankan tugas hidup) Bismillahirohmannirohim”. Apabila ini semua dapat dilaksanakan maka baru dapat dikatakan manusia berbudi luhur (dalam Islam disebut bertaqwa). Puncak segala macam ibadah dalam Islam adalah Taqwa. Manusia berbudi luhur adalah manusia yang berbakti kepada : 1. Tuhan Yang Maha Esa 2. Kedua orang tua 3. Guru Berbakti kepada Tuhan YME adalah menjalankan segala perintah dan menjauhi segala larangannya seperti yang tercantum dalam Al-Qur’anul Karim. Namun bagi orang Islam tidak hanya itu dan lebih baik pula untuk menjalankan sunnah Nabi Muhammad saw. Karena tuntunan hidup manusia Islam dlam penjabaran dilaksanakan oleh Nabi Muhammad saw. Beliau adalah ibarat Al-Qur’an berjalan. Berbakti kepada kedua orang tua adalah juga merupakan kewajiban kita, karena mereka berdualah kita ada dan keluar ke dunia ini. Betapa berat mereka (terutama ibu) mengandung kita selama + 9 bulan, serta membesarkan kita hingga dewasa. Betapa besar pengabdian mereka untuk membimbing kita, memberikan penghidupan kita, hingga kita dapat hidup mandiri tanpa bantuan mereka lagi. Pengabdian yang tak dapat diukur berapa jumlah dan panjangnya. Dan kita tak bisa membalas budinya hingga impas dengan apa yang mereka berikan kepada kita. (HR. Muslim ” Surga itu ada ditelapak kaki ibu”). Memahami dari hadits tsb bahwasannya surga itu ada di telapak kaki ibu, betapa besar dan agung seorang ibu menurut Islam. Hendaklah kita bersujud/sungkem kpd ibu. Dan kewajiban pula sebagai seorang anak adalah mendoakan kedua orang tua baik waktu masih hidup maupun sudah meninggal. Terkutip dalam Qur’an “terputuslah amal perkara seseorang ketika ia mati kecuali tiga perkara : Sodakoh Jariyah, anak soleh yang mendoakan orangtuanya, ilmu yang bermanfaat. Berbakti kepada Guru adalah juga merupakan kewajiban kita karena kita telah bertahun-tahun dibimbing untuk menimba ilmu agar kita pandai, mengerti, memahami serta mengamalkan ilmu yang telah kita peroleh. “Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa”. Menilik dari mutiara tsb sangatlah sesuai dengan apa yang telah diberikan guru untuk kita hingga kita menjadi orang yang bermanfaat bagi agama, nusa bangsa dan seluruh umat manusia. Guru bukanlah hanya di sekolah semata namun semua orang yang telah memberikan bimbingan ilmu kepada kita adalah guru. “Guru digugu lan ditiru” makna yang agung bagi sebutan seorang guru, karena ia contoh suri tauladan bagi para bimbingannya. Namun tidak terlepas dari unsur Islam manusia berbudi luhur adalah manusia yang Eling marang Pangeran Kang Maha Dumadi. Dan perbuatannya dapat dijadikan suri tauladan bagi sesamannya. Jati diri manusia, ” manunggaling kawulo gusti” dalam istilah Jawa merupakan ilmu Jawa tingkat tinggi. Manusia yang sudah bisa merasakan adanya Tuhan dalam dirinya sendiri. Manusia seperti ini dalam segala tindak tanduknya selalu diilhami oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Apa yang dikerjakan sesuai dengan apa yang dirasakan. Manusia itu punya bentuk batin yang tidak kelihatan oleh orang lain namun kelihatan oleh dirinya sendiri. Namun begitu tidak semua orang bisa melihat bentuk batinnya ini, kalau tanpa melalui lelaku. Dengan lelaku inilah manusia baru bisa melihat bentuk batinnya sendiri. Laku ini berat untuk dijalani bagi orang awam. Namun orang yang bisa menjalaninya berarti orang ini dapat dikatan orang linuwih. Hal laku ini seperti yang pernah dijalani dalam cerita pewayangan yaitu Brataseno (Bimo) ketemu Dewa Ruci. Dewa Ruci adalah bentuk batinya Bimo sendiri maka dalam pewayangan Dewa Ruci digambarkan Bimo kecil (Semua bentuk tubuhnya mirip Bimo namun kecil). Betapa berat laku yang dijalani Bimo sehingga dia menemui bentuk batinnya sendiri, sehingga ia bisa “manunggaling kawulo gusti”. Bisa merasakan adanya Tuhan dalam dirinya.Badan manusia, hartanya semua ini adalah titipan Tuhan semata yang harus dijaga agar tak diganggu oleh orang lain maupun makhluk lain. Manusia diberi kepercayaan untuk menjaganya, dan yang dipercaya juga harus memberikan tindakan nyata atas kepercayaan yang telah diberikan. Yakni menggunakan badan serta harta untuk tujuan kebaikan, jangan digunakan hanya untuk kesenangan dan kenikmatan semata, sebab titipan ini tidak untuk dibuat kesenangan dan kenikmatan akan tetapi digunakan untuk hal-hal yang mendatangkan barokah. Agar kelak dikemudian hari apabila titipan ini diambil kembali oleh yang punya, tidak akan disiksa, karena salah menggunakan titipan. “Manusia dapat dimatikan, manusia dapat dihancurkan tetapi manusia tidak dapat dikalahkan selama manusia itu masih percaya pada dirinya sendiri.” Manusia dapat dimatikan oleh orang lain kalau ia dibunuh, dapat pula dihancurkan missal ia dibakar atau digilas akan tetapi manusia tidak dapat dikalahkan kalau manusia itu masih percaya pada dirinya sendiri (batinnya sendiri). Batin inilah puncak segala kekuatan manusia karena batin manusia akan selamanya benar, belum pernah ada cerita kalau batin manusia itu bohong atau salah. Karena memang batin adalah hati kecil paling dalam yang tak akan pernah berbuat kesalahan, Hati kecil ini memang diciptakan oleh Allah agar manusia percaya pada dirinya sendiri sehingga akan terhindar dari bujukan dan rayuan syaiton. Manusia berbuat benar karena Allah, manusia berbuat salah karena nafsu kemungkaran hasil bujukan syaiton. Namun sesungguhnya kalau manusia mau percaya pada hati kecilnya sendiri tentunya tidak akan berbuat salah. Walaupun kita sudah mati dan berada di alam kubur kebenaran yang ada pada diri kita akan tetap hidup untuk selamanya, karena kebenaran adalah milik Allah swt. Dan apabila kita mati dalam kebenaran tentunya hati kita di alam barzah akan mendapat ketenangan dan kedamaian. Sesuai dengan janji Allah seperti terkutip dlm Qur’an ” Orang yang berjuang di jalan Allah (kebenaran) akan mendapatkan sorga sebagai penggantinya” Dalam Islam jati diri manusia ya manusia itu sendiri bentuk lahir batinnya. Islam tidak mengajarkan manusia untuk menjalankan laku seperti dalam ilmu Jawa. Bagaimana manusia itu akan bertindak ya dia sendiri yang menentukan. Manusia hidup sudah ditakdirkan dalam “Lauful Makhfud” Manusia tidak tahu dan tidak bisa merubah takdir ini. Manusia hanya bisa merubah nasibnya, karena nasib manusia berada ditangan manusia itu sendiri. Manusia hidup hanya dicipta untuk beribadah semata, “seperti diatas”. Islam is rasional. Nabi dalam sunahnya juga tidak pernah mengajarkan manusia untuk bertapa seperti dalam dongeng. Manusia hanya diwajibkan islah, hijrah (menyendiri, meninggalkan tempat) apabila dalam suatu kaumnya sudah rusak (tak bermoral) namun sudah diberi peringatan juga tidak mau berubah. Hanya kita disunahkan untuk banyak berdzikir dan beribadah. Dalam setiap kesempatan apapun rasanya kita bisa menjalankan kedua hal tersebut. Namun kadang kita lupa, karena semakin banyaknya kebutuhan hidup dan semakin rumitnya hidup ini. Jatidiri dalam Islam adalah manusia yang bertaqwa, karena kunci menjadi manusia Islam sejati adalah Taqwa. Manusia diahadapan Allah yang dinilai bukanlah harta, isteri, anak, namun hanya ketaqwaannya. Manusia yang sudah bisa menjalankan perintah serta menjauhi larangannya. Seperti Nabi atau alim ulama lainnya yang patut dijadikan contoh. Manusia yang seperti inilah yang sudah bisa menemukan jatidirinya. Nrimo ing pandum (menerima apa adanya sesuai dengan pemberian rizki dari Allah swt. Manusia yang tidak iri atau dengki melihat orang mendapat kesenangan dan kenikmatan. Apabila ia mendapat kenikamatan rizki ia bersyukur dan apabila ia mendapat kesusahan rizki iapun tetap bersyukur dan tidak mengeluh. Apa yang dihadapannya dan apa yang dikerjakannya adalah merupakan takdir semata. “Sepiro gedhening sengsara yen tinampa among dadi coba”

Dikutip oleh Mas Mus hari Minggu ,21-02-2010 dari : FB Raden Mas Imam Koessoepangat
Alamat : http://www.facebook.com/pages/Madiun-Indonesia/Raden-Mas-Imam-Koessoepangat/349679159446?v=wall#!/pages/Madiun-Indonesia/Raden-Mas-Imam-Koessoepangat/349679159446?v=wall